PDPMSRAGEN.OR.ID – 75th kita menikmati kemerdekaan dengan seluruh liku kisahnya. Dengan segala perbedaan suku, budaya, bahasa, juga agama, sungguh mustahil hati ini bisa terikat dalam satu wadah nation kalau bukan karena “Atas berkat Rahmat Allah”.

18 Agustus 1945, ujian bagi negara yang baru berusia sehari telah menghadang. Terjadi ketegangan jelang pengesahan dalam rapat PPKI yang mendadak mengusulkan pencoretan 7 kata dalam draft Piagam Jakarta yg seharusnya tinggal disahkan sebagai dasar negara. Ki Bagus Hadikusumo pun berang, kenapa tidak dibahas kemarin2 dalam sidang BPUPKI?

“Kiyai, kito taksih kedah ngadepi Walandhi, menawi sampun merdhika mangke saget dipun kempalaken malih”. Memoir “hidup itu berjuang” milik Kasman Singodimedjo yang menceritakan bagaimana Kasman berusaha meluluhkan Ki Bagus Hadikusumo yg juga ketuanya dalam Persyarikatan Muhammadiyah.

Dinamika sejarah tersebut bukan bentuk disintegrasi oleh kaum Islam, keteguhan Ki Bagus bukanlah bentuk kekolotan melainkan bentuk konsistensi bahwa rumusan itulah yang semula telah disepakati bersama. Juga menunjukkan bagaimana kualitas para Negarawan kita pada waktu itu yang selaras antara ucapan dan perbuatan.

Melunaknya Ki Bagus bukan karena beliau lemah, semata karena ia melihat kepentingan yg lebih besar bahwa Indonesia yang baru merdeka membutuhkan kepercayaan diri untuk tampil bangkit sebagai bangsa yang bebas dari pejajahan.

Inilah Ki Bagus!
Lahumul Fatihah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here