pdpmsragen.or.id – Nabi Ibrahim beserta keluarganya adalah sosok manusia teladan pilihan Alloh. Nama dan
keteladannya diabadikan dalam AlQur’an. Perjalanan hidupnya diabadikan dalam syari’at
haji. Anak cucunya menjadi generasi para Nabi. Alloh berfirman.
وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَإِقَامَ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءَ
الزَّكَاةِ وَكَانُوا لَنَا عَابِدِينَ
Kami Telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi
petunjuk dengan perintah kami dan Telah kami wahyukan kepada, mereka
mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan Hanya
kepada kamilah mereka selalu menyembah, (QS. Al Anbiya’:73 )
إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ شَاكِرًا لِأَنْعُمِهِ اجْتَبَاهُ
وَهَدَاهُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ وَآتَيْنَاهُ فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَإِنَّهُ فِي الْآخِرَةِ لَمِنَ
الصَّالِحِينَثُمَّ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi
patuh kepada Allah dan hanif. dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang
yang mempersekutukan (Tuhan),. (lagi) yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah.
Allah Telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus. Dan kami
berikan kepadanya kebaikan di dunia. dan Sesungguhnya dia di akhirat benar-
benar termasuk orang-orang yang saleh. Kemudian kami wahyukan kepadamu
(Muhammad): "Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif" dan bukanlah dia
termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.(QS.AnNahl:120-123)
Pola pendidikan seperti apakah yang diterapkan oleh Nabi Ibrahim dalam
membentuk generasi pilihan,yaitu generasi para Nabi.sehingga beliau mendapat
sebutan ( أبو الأنبياء )
POLA PENDIDIKAN NABI IBRAHIM.
1 .VISI. visi pendidikan Nabi Ibrahim adalah membebtuk generasi yang
sholeh.yang benar benar beribadah hanya kepada Alloh. Seperti terpancar dalam
do’a beliau .

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang
yang saleh (Shofat :100)
Beliau sangat konsisten terhadap visi ini. Tidak terpengaruh oleh prediket title
apapun , selain kesholehan. Begitu pula dalam mentransfer nilai nilai kehidupan
kepada anak anaknya. Beliau tidak pernah hawatir akan nasib kesejahteraan
duniawinya, akan tetapi yang beliau hawatirkan hanyalah apa yang akan disembah
setelah sepeninggalannya nanti ( وما تعبدون من بعدى ) (QS Al Baqoroh:133)
أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا
نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَٰهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
2 .MISI. misi pendidikan nabi Ibrahim adalah mengantarkan puta putri generasinya
untuk mengikuti ajaran Alloh. ( Islam) secara total.
Misi ini beliau tetapkan sebagai proteksi / perlindungan agar genersinya tidak
terpengaruh dan terkontaminasi oleh ajaran ajaran berhala yang telah mapan
dilingkungan pada waktu itu, harapan ini terurai dalan wasiyat beliau .
وَوَصَّىٰ بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا
وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Dan Ibrahim Telah mewasiatkan Ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula
Ya'qub. (Ibrahim berkata): Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah Telah memilih
agama Ini bagimu, Maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama
Islam". (QS.Al Baqoroh :132)
3 .KURIKULUM. Kurikulum pendidikan nabi Ibrahim sangat lengkap .yang
muatannya menyentuh keseluruh kebutuhan dasar hidup manusia yaitu : 1).
Tilawah. 2).ta’lim. 3) hikmah. 4) tazqiyah. ( QS. AlBaqoroh :129 )
رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ
وَيُزَكِّيهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang
akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada
mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka.
Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al
Baqoroh: 129)
Melalui .Tilawah : untuk pencerahan intelektual.
Melalui. Ta’lim : untuk pengembangan keilmuan.
Melalui. Hikmah: untuk panduan oprasional dalam upaya melakukan kebajikan.
Melalui . Tazkiyah : untuk penguatan spiritual, mental. Dan akhlaq.
4 .LINGKUNGAN. membentuk lingkungan yang sterel dari virus virus aqidah.
Syari’ah.dan akhlaq yang sesat. maupun isme isme jahiliyah.serta prilaku yang jauh
dari nilai kemanusiaan.
Dari sini dirancanglah lingkungan/ milliu yang terpadu dengan pusat BAITULLOH.
Langkah ini dirancang agar ismail tumbuh dalam suasana spiritual ibadah yang
benar. Langkah ini sangat strategis. Karena faktor lingkungan (بيعة ) sangat besar
pengaruhnya dalam pertumbuhan, perkembangan pendidikan dan kejiwaan anak.
Hal ini tergambar dalam firman Alloh.( QS. Ibrahim : 37 )
رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا
الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ
Ya Tuhan kami, Sesungguhnya Aku Telah menempatkan sebahagian keturunanku
di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau
(Baitullah) yang dihormati, Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka
mendirikan shalat, Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada
mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, Mudah-mudahan mereka
bersyukur.( QS. Ibrahim :37)
Rosululloh bersabda : pastikan lingkungan yang baik sebelum membuat rumah.
Dan pastikan teman sebelum bepergian. الجار قبل الدار والرفيق قبل الطريق
إياك وقرين السوء وإنك به تعرف Rosululloh bersabda:jauhilah olehmu dari teman yang
jelek, karena kamu akan dikenal dengan jeleknya .
Pola pendidikan ini mari kita teladani dan mari kita jadikan model pendidikan keluarga kita,
karena pola pendidikan inilah yang berhasil mengantarkan generasi pilihan yaitu generasi
para Nabi Seperi firman Alloh. (QS. AlAmbiya:73 )
وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَإِقَامَ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءَ
الزَّكَاةِ وَكَانُوا لَنَا عَابِدِينَ
Kami Telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi
petunjuk dengan perintah kami dan Telah kami wahyukan kepada, mereka
mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan Hanya
kepada kamilah mereka selalu menyembah, (QS. AlAmbiya: 73 )
Sekarang mari kita bercermin dengan pola pendidikan kita hari ini, sungguh sangat susah
untuk dibandingkan. karena sangat jauh dengan pola pendidikan Ibrahim kepada anak
anaknya, akibatnya mengalami degradasi moral yang sangat parah
pendidikan kita telah kehilangan arah tauhid. akibatnya Menjadi generasi pengagung agung
budaya jahiliyah modern, pergaulan bebas, hedonis,primisif, premanisme,dll.yang Jauh dari
akhlaq yang terpuji, semakin larut oleh arus globalisasi kemaksiatan dan kemungkaran. Dan
ahirnya nilai niali kejujuran , kesantunan, kearifan izzah, iffah sulit dijumpai dan menjadi
barang yang langka dinegri ini.
Dalam hal nilai. Terjadi kesalahan yang fatal dalam menilai sebuah keberhasilan, yang
hanya diukur melalui keberhasilan akademik. Tampa memperhitungkan nilai nilai akhlaq,
aqidah maupun ibadahnya. Sehingga menjadi lumrah jika kita jumpai orang orang yang
disebut tokoh yang cerdas secara intelektual dan skill tapi jiwanya kososng dari akhlaq dan
kejujuran. Maka korupsi manipulasi semakin merajalela.seperti yang kita saksikan setiap
saat di TV. Radio. Koran. Majalah. Dll.dalam episode panggung sandiwara para birokrat
dan penguasa.
Untuk itu mari kita kembali mempotret jejak pola pendidikan nabi Ibrahim AS. supaya kita
menjadi umatan qonitan, hanifan. syakiron, aminan.mujtaba’ dan sholihin. Sebagaimana
yang telah dijanjikan oleh Alloh SWT. Dalam ayat tersebut (QS.AnNahl:120 )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here