Penulis

Yulita Listianita, S.Pd

Guru BK SLB Negeri 1 Pemalang

pdpmsragen.or.id – Sudah 7 Bulan berlalu, mulai dari bulan Maret yang lalu sekolah kami melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Berbagai strategi mulai dari pembelajaran lewat WhatsApps (WA), zoom, google meet, Microsoft teams, ulangan dan tugas- tugas yang dibuatkan form lewat google sampai home visit dan pemberian modul serta lembar kerja yang langsung diberikan ke peserta didik.

Berbagai emosi berkecamuk di hati dan fikiran peserta didik. Terlebih peserta didik kami yang mempunyai keterbatasan fungsi gerak, dan mobilitas (tunadaksa). Rindu, Marah, bosan, jenuh, sedih, bahkan malas karena rutinitas yang mengharuskan mereka tetap dirumah, dan hanya tugas- tugas sekolah, dan cara guru mengajar yang dirasa semakin membosankan. Mereka selalu menanyakan kapan bersekolah, kapan dapat bertemu teman- teman, dan kapan corona berakhir.

Hal ini menjadi tantangan bagi guru untuk tetap dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, menarik dan aktif. Namun walaupun Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring, guru harus mampu meningkatkan motivasi belajar Peserta Didik. Tak terkecuali menjadi tantangan juga Untuk Guru Bimbingan dan Konseling SLB dengan peserta didik berkebutuhan khusus, dalam memberikan bimbingan klasikal daring.

Layanan bimbingan klasikal merupakan layanan dalam bimbingan dan konseling. Layanan bimbingan klasikal berbeda dengan mengajar. Layanan ini juga memiliki beberapa ketentuan dalam pelaksananya. Adapun perbedaannya antara mengajar dan membimbing:

(1) Layanan bimbingan klasikal bukanlah suatu kegiatan mengajar atau menyampaikan materi pelajaran sebagaimana mata pelajaran yang dirancang dalam kurikulum pendidikan disekolah, melainkan menyampaikan informasi yang dapat berpengaruh terhadap tercapainya perkembangan yang optimal seluruh aspek perkembangan dan tercapainya kemandirian siswa atau konseli.  (2) Materi bimbingan klasikal berkaitan erat dengan bimbingan belajar, pribadi, sosial dan karir, serta aspek-aspek perkembangan siswa.

Informasi dari layanan Bimbingan Klasikal tentu membutuhkan media yang efektif. Agar peserta didik dapat mengetahui konsep abstrak materi menjadi lebih konkrit, terlebih pada peserta didik berkebutuhan khusus yang mengalami keterbatasan fisik dan mobilitas, pemanfaatan media pembelajaran ini dapat membantu mengoptimalkan pemahamannya. Pada dasarnya manfaat media pembelajaran adalah untuk menunjang proses pembelajaran yang mampu mempertinggi pemahaman dan hasil belajar, memberikan motifasi, gairah belajar dan pengalaman belajar yang memungkinkan peserta didik belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuannya.

Media Powtoon menjadi salah satu solusi media yang menyenangkan yang dapat dipakai dalam pembelajaran. Dirilis tahun 2012, Powtoon menjadi aplikasi yang tepat untuk membuat video. Tak hanya mudah, platform ini juga menyediakan animasi unik. Materi yang dibuat video, dengan gambar animasi beserta backsound pilihan dan waktu yang tidak terlalu lama, membuat peserta didik menjadi antusias menonton.

Platform ini dapat diakses melalu situs powtoon.com. Powtoon juga bisa diunduh di smartphone secara gratis melalui Google Play Store ataupun App Store. Cara membuatnya mudah dan tidak ribet. Banyak animasi yang dapat dipilih sesuai tema.

Kesesuain media dan isi layanan untuk peserta didik Tunadaksa membuat peserta didik bersemangat dalam mengikuti layanan Bimbingan dan Konseling. Karena guru BK menerapkan TPACK (Technological, Pedagogical, Content Knowledge) dalam pembelajaran abad 21. Tentu juga sesuai dengan karakteristik peserta didik Tunadaksa yang dapat belajar dengan media dengan bahasa ringan, dapat diakses lewat android, dan menyenangkan.

Keunggulan Powtoon:

  1. Mampu penyampaian materi belajar dalam bentuk tertulis, suara dan terdapat kartun bergerak.
  2. Materi disajikan dalam program video dapat diintegrasikan dengan bahan ajar dalam bentuk media cetak.
  3. Kendali terdapat pada peserta didik. Peserta didik dapat memulai, dan mengulang materi sesuai kebutuhan.
  4. Aplikasi gratis, memberikan pengalaman belajara dalam pembuatan media dengan durasi maksimal 10 menit. Untuk aplikasi berbayar (premium) dapat lebih dari 10 menit durasi waktu.
  5. Video powtoon dapat diupload di youtube, sehingga peserta didik, dapat mandiri mengakses.

Pemanfaatan media Dari keunggulan media powtoon tersebut memberikan banyak keleluasaan bagi guru dalam merancang media pembelajaran yang sesuai dengan materi, dan menjadikan pembelajaran jarak jauh menjadi semakin menyenangkan. Pengalaman Penulis membuat Layanan Klasikal daring menggunakan media powtoon mendapat apresiasi positif dari peserta didik khususnya Tunadaksa. Saat diperlihatkan ke peserta didik, mereka sangat antusias, dan senang dan lebih memahami materi video daripada media cetak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here